Naskah Drama “TIGA MIMPI”
Karya:Farisa Dwi Kurniawan
Ringkasan ceritanya:
Di
sebuah daerah di pelosok Indonesia hiduplah keluarga sederhana mereka bernama
Pak Ahmad dan Bu Siti,mereka mempunya anak bernama Fajar.Mereka hidup dengan
sangat sederhana.Hingga anak mereka tumbuh dan ingin sekolah,namun keinginan
tersebut tidak mudah untuk diwujudkan karena selain sekolahnya yang cukup jauh
yakni kurang lebih 6KM yang jalannya harus melewati hutan dan sebuah sungai
yang deras.(Saat Fajar SMA sudah di bangun sebuah jembatan)
Namun
Fajar tidak berputus asa.Ia memiliki teman-teman satu sekolahnya mereka adalah
Abdul dan Didi mereka sama dengan Fajar, hidup dengan sangat sederhana.Mereka
adalah 3 sahabat yang selalu bersama.Mereka juga mempunyai keinginan yang sama
yakni membuat orang tua mereka bangga dengan dapat menjadi lebih baik dari
orangtua mereka yang hanya sebagai buruh tani. Di tengah-tengah perjuangan Fajar, dia harus menerima kenyataan bahwa ibunya meninggal dunia. Dia sempat berputus asa karena tidak rela ditinggal pergi oleh ibunya. Namun seolah tidak pernah mengucap kata menyerah Fajar berusaha tetap tegar menghadapi itu semua hingga dia dapat bersekolah sampai perguruan tinggi
Tema :Pendidikan
Amanat :Jangan berputus asa
Adegan 1
Pak Ahmad yang sedang pulang dari sawah melihat
anaknya yang masih bayi diasuh oleh ibunya
1.Pak Ahmad :”(Sambil
berjalan masuk kerumahnya) Assalamualaikum!”
2.Bu Siti :”Walaikumsalam”
3.Pak Ahmad :”(Sambil
melihat anaknya) Wah anak kita lucu sekali ya Bu”
4.Bu Siti :”(Sambil
mencubit pipi anaknya) Iya Pak, Ibu
sampai gemes
Adegan 2
9 tahun kemudian anaknya semakin besar dan ingin
sekolah,namun ibunya menasehati kalau tidak ada sekolah yang dekat, akhirnya
Fajar berdebat dengan ibunya
1.Fajar :”(Sambil
menggebu-nggebu) Pokoknya Fajar ingin sekolah!”
2.Bu Siti :”Nak,
sekolah di sini jauh kamu lebih baik membantu bapak kamu saja ya”
3.Fajar :”Tidak
mau Fajar kepengen sekolah!”
Setelaah perdebatan tersebut tiba-tiba Pak Ahmad
datang
4.Pak Ahmad:”(Sambil memegang wajah anaknya) Kamu
bener ingin sekolah?”
5.Fajar :”Iya Pak Fajar kepengen sekolah”
6.Pak Ahmad:”Tapi sekolah di sini kan jauh Jar?”
7.Fajar :”Tidak apa-apa Pak Fajar pasti bisa”
8.Pak Ahmad:”Baiklah nak besok Bapak daftarkan”
(Akhirnya setelah debat yang cukup panjang Fajar
akhirnya diizinkan orangtuanya untuk sekolah di salah satu sekolah di tempatnya
yang berjarak kurang lebih 6KM)
Adegan 3
Di suatu Pagi yakni pukul 05.00.Fajar sudah bersiap
memakai baju Putih Merahnya. Fajar akan berangkat kesekolah setelah pamitan ia
bergegas dengan berjalan kaki
1.Fajar :”Bu Fajar berangkat sekolah dulu
ya”
2.Bu Siti :”Iya
nak hati-hati”
Adegan 4
Kemudian setelah bertemu dengan Abdul dan Didi yang
sudah menunggunya dari tadi mereka pun berangkat bersama di tengah perjalanan
mereka berbincang-bincang
1.Fajar :”Dul apa cita-citamu?”
2.Abdul :”Pengen
membahagiakan orangtua dengan menjadi lebih baik dari mereka”
3.Fajar :”ooooo, kalo kamu Di?”
4.Didi :”Aku sama dengan Abdul”
5.Fajar :”Kita
punya keinginan yang sama”
(Setelah berbincang-bincang tentang cita-cita mereka bertiga menjadi semangat)
(Setelah berbincang-bincang tentang cita-cita mereka bertiga menjadi semangat)
Adegan 5
Di tengah-tengah perjalanan mereka melihat sebuah
sungai.Karena cukup deras untuk mereka bertiga, mereka terlihat takut untuk
melewatinya.Setelah mereka yakin akhirnya mereka mencoba melewati sungai
tersebut.Dengan perasaan was-was akhirnya mereka dapat melewatinya
1.Fajar :”(terlihat panik)Wah sungainya
cukup deras!.
2.Abdul :”Kita
harus tetap melewatinya”
3.Didi :”Yah kita lewat dengan hati-hati”
(Setelah melepas sepatu.Mereka dengan hati yang
mantap namun masih terlihat ragu mereka bertiga mencoba untuk tetap melewatinya)
4.Fajar :”(dengan penuh semangat) Ayo kita
lewati!”
5.Didi :”Ayo!”
6.Abdul :”(dengan
muka yang terlihat cemas) Ah deras sekali
(Setelah perjuangan tersebut mereka akhirnya dapat
melewati sungai tersebut.Setelah sampai di tepi sungai mereka memakai kembali
sepatu mereka yang mereka lepas tadi.Saat memakai sepatu mereka sedikit
berbincang-bincang)
7.Didi :”Eh Jar kamu tahu tidak?”
8.Fajar :”(dengan mengerutkan
dahi) apa?
9.Didi :”aku.....aku.....”
10Fajar :”Kenapa?”
11.Didi :”Jar aku Jar aku...”
12.Fajar :”Kenapa sih?”
13.Didi :”(sambil berdiri)Aku kebelet pipis
tunggu sebentar ya(sambil berlari kecil)
14.Abdul+Fajar :”(tertawa
terbahak-bahak)hahahahaha
Akhirnya mereka sampai di jalan raya terlihatlah
banyak orang kesana-kemari berlulu-lalang banyak juga yang terlihat buru-buru
Adegan 6
Setelah itu akhirnya mereka sampai di sekolah mereka
tiba di sekolah sekitar pukul 06.30.Mereka bergegas masuk ke ruang kelas
4.Semua murid sudah duduk dengan rapi untuk mengikuti pembelajaran.
1.Abdul :”(dengan muka bingung) Kamu duduk
dimana?
2.Fajar :”(Sama-sama
terlihat bingung) Entahlah aku juga bingung.”
3.Didi :”Aha mending kita duduk di sana
saja(sambil menunjuk bangku paling
depan sisi kanan”
(Setelah
beberapa saat mereka akhirnya memilih banku tersebut Didi dan Abdul sebangku namun,Fajar
tidak tapi masih mendapat bangku di belakang mereka)
3.Abdul :”Aku
sebangku denganmu ya Di”
4.Didi :”(dengan
suara mantap) Oke!”
5.Fajar :”(terlihat
masih bingung) Lha aku dimana?”
6.Didi :”Mending
kamu di belakang kita saja”
7.Fajar :”Baiklah”
(Setelah perdebatan tersebut akhirnya Fajar duduk di
belakang mereka.Beberapa saat bel masuk kelas berbunyi.Anak-anak terlihat
berlarian masuk kekelas.Setelah Duduk dengan rapi.Akhirnya Fajar mendapat teman
sebangku yang bernama Dewi.Setelah beberapa saat masuklah guru wali kelas yang
bernama Bu Yusni)
8.Bu Yusni :”(sambil
masuk kekelas) Selamat pagi anak-anak!
9.Murid-murid :”Selamat pagi Bu”
10.Bu Yusni :”Sebelumnya Ibu ingin berkenalan
dengan kalian, jadi Ibu ingin kalian maju satu persatu dimulai dari yang paling depan”
11.Murid-murid :”Iyaa
Bu”
(Akhirnya satu persatu
murid maju kedepan.Di antara mereka berasal dari bermacam-macam keluarga
diantaranya ada yang menjadi anak peternak,pengusaha,petani.Dan lain-lain.Hingga
tiba giliran Fajar maju kedepan)
12.Fajar :”Kenalkan nama saya Muhammad Fajar
saya tinggal di (menyebut nama
tempat)
13.Bu Yusni :”Nah Fajar apa pekerjaan orangtua
mu?”
14.Fajar :”Orangtua saya bekerja sebagai
Buruh tani Bu”
15.Murid-murid :”hahahahaha”
(Murid-murid
mentertawakan Fajar setelah menyebutkan bahwa orangtuanya hanya sebagai Buruh
tani)
16.Bu Yusni :”ssshhhhttt sudah-sudah diam kenapa
di tertawakan? Bukankah pekerjaan
orang tua Fajar itu halal? Nah Fajar sudahlah kamu bisa duduk
17.Fajar :”(dengan muka cemberut)Iya bu”
(Setelah beberapa saat ia duduk di tempat duduknya
dengan muka yang masih cemberut)
18.Dewi :”Hai
jar kamu keren berani.Meskipun di ejek teman”
19.Fajar :”(muka
yang semula cemberut menjadi tersenyum) Yang benar Wi?
20.Dewi :”Iya
jar keren (sambil mengangkat kedua jempol
21.Fajar :”Terimakasih
ya Wi”
(Akhirnya pelajaran pun
dimulai meskipun tertinggal oleh teman-temannya Fajar cukup mampu untuk
menyaingi mereka sampai-sampai teman-temannya kagum dibuatnya dia selalu terlihat
aktif saat pelajaran apapun)
22.Bu Yusni :”(dengan
tersenyum lebar) Wah Fajar kamu cukup hebat ibu dengar kamu sempat tertinggal
sama teman-teman kamu?”
23.Fajar :”(dengan
muka cengengesan) Hehehe terimakasih Bu”
24.Bu Yusni :”Nah
lihat anak-anak meskipun Fajar tertinggal Fajar tetap semangat untuk
belajar.Dan hasilnya tidak mengecewakan bukan?”
Adegan 7
Fajar tersenyum
mendengar perkataan Bu Yusni tersebut.Tak lama kemudian terdengarlah bel tanda
pulang anak-anak tampak berlarian menuju keluar kelas.Fajar,Abdul dan Didi
pulang bersama.
1.Abdul :”(sambil
menepok bahu Fajar) Hei Jar kamu hebat
banget
2.Fajar :”Ah
kamu Dul bisa aja”
Beberapa saat terlihat Dewi berlari dari kejauhan
menghampiri mereka bertiga
3.Dewi :”(dengan
muka yang terlihat bahagia) Hai Jar boleh ikut pulang bareng nggak?”
4.Fajar :”Boleh
memang rumahmu mana?”
5.Dewi :”Rumahku
di(menyebut nama tempat)”
6.Didi :”Searah
sama kita dong”
7.Abdul :”kapan-kapan
kita main kerumahmu ya?”
8.Dewi :”Oke”
Adegan 8
Saking asyiknya mereka
mengobrol.Tanpa terasa telah sampai ke rumah Dewi Fajar danketiga temannya
hanya lewat dan tidak bisa mampir karena ada harus masih membantu orangtua
mereka
1.Dewi :”Aku
duluan ya besok kita bareng lagi”
2.Fajar :”Iyaa
kami pulang dulu ya”
3.Dewi :”Lho
nggak mampir dulu?”
4.Abdul :”Kami
masih punya tugas kapan –kapan aja ya”
5.Dewi :”Ya
udah deh hati-hati di jalan ya”
6.Bertiga :”Daaaaa”
Adegan 9
(setelah sekian lama berjalan akhirnya mereka sampai
kerumah mereka masing-masing)
1.Fajar :”(Sambil
berjalan masuk) Assalamualaikum”
2.Bu Siti :”Walaikumsalam
nak gimana tadi sekolahnya?”
3.Fajar :”(Sambil
meletakkan tasnya) Tadi sempat diejek teman dan dipuji guru
4.Bu Siti :”Lho
di ejek kenapa?”
5.Fajar :”Di
ejek pas Fajar tadi bilang kalo orangtua Fajar bekerja sebagai buruh tani
6.Bu Siti :”(Sambil
mungusap wajah anaknya) Ya sudah ndak apa-apa, sudah makan dulu sana
7.Fajar :”(Sambil
berjalan ke kamar) Ya Bu nanti saja”
Adegan 10
Fajar masuk ke kamarnya
lalu merebahkan badannya.Kemudian ia berguman dalam hati seandainya aku
bisamenjadi orang yang lebih sukses dari orangtua
1.Fajar :”(Berguman
dalam hati)Seandainya aku menjadi lebih baik dari orangtuaku
2.Bu Siti :”(Tiba-tiba
masuk) Eh kok malah tidur cepat makan dulu sana!”
3.Fajar :”(Bangun
dari posisi tidurnya) Bu Fajar boleh mengakatakan sesuatu tidak?”
4.Bu Siti :”Boleh”
5.Fajar :”(Sambil
memandang Ibunya dengan muka serius) Kenapa Tuhan menciptakanku di keluarga
yang seperti ini Ibu?”
6.Bu Siti :”(Memasang
muka serius) Apa kamu bilang Jar? ,Kamu tidak boleh ngomong seperti itu kamu
harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki lihat saja masih banyak orang yang
di bawah kita
7.Fajar :”(menundukkan
kepala) Ya bu maafkan Fajar
8.Bu Siti :”(Sambil
mengusap kepala Fajar) Ya nak sudah ndak apa-apa
Adegan 11
8 tahun setelah kejadian tersebut.Meskipun telah
berlalu lama Fajar tetap teringat kini ia telah tumbuh dewasa.Dia bersekolah di
salah satu SMA favorit di tempatnya karena dia mendapatkan beasiswa setelah
mendapat nilai sempurna saat UN SMP.Jalan yang ia lalui sekarang terlihat bagus
pemerintah setempat telah memperbaikinya.Sungai yang dulu ia lewati kini telah
di bangun sebuah jembatan.Dan kini ia tidak berjalan kaki lagi dia.Karena telah
dihadiahi sebuah sepeda dari gurunya.Rumahnya pun kini telah mengalami
perubahan yang dulunya berdinding dari bambu sekarang telah di
renovasi.Meskipun tidak banyak.Dan mimpi itu, masih terus berlanjut
1.Fajar :”(memakai
seragam SMA) Pak Bu Fajar berangkat sekolah dulya(kemudian bersalaman dengan mencium kedua
tangan orangtuanya).(Kemudian sambil
Berjalan keluar) assalamualaikum
2.Ayah+ibunya :”Iya nak walaikumsalam hati-hati di
jalan
3.Pak
Ahmad :”(menghembuskan
nafas) tak terasa ya Bu anak kita sudah besar
4.Bu
Siti :”Ya ya Pak tak terasa sebentar lagi juga mau kuliah lho
5.Pak
Ahmad :”Kita
daftarkan di mana ya Bu enaknya?”
6.Bu
Siti :”Sudah lah Pak jangan di pikir begitu sudah lebih baik
kerja dulu”
7.Pak
Ahmad :”Ya
bu (kemudian mencium tangan istrinya)
8.Bu
Siti :”kebalik Pak”
9.Pak
Ahmad :”Ah
ya sudah assalamualaikum
10Bu
Siti :”Walaikumsalam
Adegan
12
Di tengah perjalan ke sekolahnya Fajar bertemu
dengan dua sahabat lamanya, Abdul dan Didi yang kebetulan satu sekolah.Dan
sama-sama berangkat dengan naik sepeda.Dan di tengah perjalanan tiba-tiba
bertemu dengan Dewi
1.Abdul :”(Sambil berteriak-teriak) Hai Jar
ayo berangkat sama-sama
2.Fajar :”Ya
Ayo(dengan suara tak kalah semangat)
3.Didi :”(sambil
melambaikan tangan) Woi jangan tinggalkan aku!!”
4.Fajar :”Hahaha
makanya cepat Di!”
Tak
berapa lama kemudian muncul Dewi yang tiba-tiba di samping Fajar
5.Fajar :”(dengan
muka terkejut) Eh ada Dewi”
6.Abdul :”Ciiihhhhuuuyy ciye-ciye”
7.Didi :”Hei
Jar di sampingin cewek cantik tuh hahaha
8.Dewi :”Ih
kalian apa sih (Dengan muka yang terlihat merah)
9.Fajar :”Woi
teman sendiri”
(Tak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di
sekolah mereka.Kemudian setelah mereka memarkirkan sepeda, mereka bergegas
masuk ke kelas mereka masing-masing)
Adegan 13
Fajar dan teman-temannya
masuk kekelas mereka masing-masing.Tak berapa lama kemudian terdengar bel tanda
masuk.Anak-anak terlihat bergerombol masuk kelas.Kemudian setelah beberapa saat
Guru mapel yang bernama Bu Asti datang dan pada saat itu membahas tentang
materi ujian nasional
1.Bu
Asti :”Assalamualaikum”
2.Murid-murid :”Wa’alaikumsalam”
3.Bu Asti :”Yak kita berdoa dahulu menurut agama
kita masing-masing,Berdoa mulai,
(Setelah beberapa
saat) Selesai. Yak kali ini Bu Asti akan memberikan soal
Latihan Ujian
Nasional untuk kalian jadi diam dan kerjakan sebisanya
4.Murid-murid :”Ya Bu”
Setelah dua jam
palajaran bel istirahat berbunyi
5.Bu Asti :”Yak anak-anak sudah bel kumpulkan
semua soal dengan rapi!”
6.Murid-murid :”(Maju dengan tertib untuk
mengumpulkan lembar jawab dan soal)
Adegan 14
Fajar,Abdul,Didi dan Dewi bersama menuju ke
perpustakaan untuk meminjam sebuah buku setelah si perpustakaan mereka
bercakap-cakap sebentar
1.Fajar :”(
Melihat-lihat rak buku)”
2.Abdul :”(Tiba-tiba datang) Hoi jar”
3.Fajar :”Ah
kamu Dul mengagetkanku saja”
4.Dewi :”Hei
pada cari buku apa nih?”
5.Fajar :”Eh
kamu Wi ini lagi cari buku materi buat ujian, udah mau UN lho
6.Abdul :”Ya Wi aku juga sama kayak Fajar
7.Dewi :”(Dengan
muka sinis) Nggak nanya
8.Didi :”(Tiba-tiba
datang) Hei lagi pada kumpul ternyata kok nggak diajak?”
9.Abdul :”Salahmu sendiri datang terlambat”
10.Didi :”Yeeee sekarang gitu, Eh pada
ngapain sih kayaknya kok serius banget?”
11.Fajar :”Ini nih Jar lagi ngomongin Ujian
kan tinggal sebentar lagi”
12.Didi :”Ooo gitu ya, kamu kan pintar Jar
santai aja lha(dengan nada santai)”
13.Fajar :”Jangan begitu Di meskipun kita pandai
kalau tidak bisa memanfaatkannya juga
sama saja.Aku juga bingung setelah lulus nanti aku mau nerusin atau kerja.
14.Dewi :”Kamu kan anak IPA Jar jadi kan lebih mudah untuk melanjutkan
15.Abdul :”Ya Jar betul tuh kata Dewi kamunya
yang nggak percaya diri(Dengan nada nasihat)
16.Fajar :”Ya sudah termakasih ya teman-teman
dukungannya”
17.(Bertiga) :Ya sama-sama Jar
Adegan 15
Setelah pulang sekolah Fajar kebingungan karena di
rumahnya banyak sekali orang yang memakai baju hitam dan sebuah bendera kuning.Setelah
itu Fajar terkaget karena telah melihat ibunya terbujur kaku.Fajar tidak
percaya dengan itu semua dia menangis sejadi-jadinya
1.Fajar :”(Dengan muka bingung sambil
berjalan)
2.Pak
Ahmad :”Jar ibumu Jar ibumu(dengan
menangis)
3.Fajar :”(Dengan muka terkejut) Ibu? Ada
apa dengan Ibu?”
4.Pak
Ahmad :”Lebih baik kamu masuk kedalam dan
melihat sendiri
5.Fajar :”Ya ayo sama-sama Pak”
(Setelah masuk kedalam
Fajar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Dia hanya terkaget tak percaya
dengan apa yang dilihatnya.Ibunya telah terbujur kaku)
6.Fajar :”(Sambil
menangis) Ibu, Ibu kenapa? Jawab ibu(Dengan nada yang
Tersenggal-senggal)
Bu bangun Bu
7.Pak
Ahmad :”(Sambil menangis) Jar sudahlah
Jar Ibu telah pergi.Tadi Pagi ia terkena serangan jantung akut.Yang menyebabkan
ibumu meninggal
8.Fajar :”(Sambil
menangis) Ibu jangan pergi Bu.Fajar masih tetap ingin bersama Ibu
9.Pak
Ahmad :”(Sambil memegang hati anaknya)
Lebih baik kita doakan supaya Ibu kamu
tenang di sana”
10.Fajar :”(Menangis sejadi-jadinya)
Adegan
16
Esok paginya Fajar mengikuti
upacara pemakaman.Dia tak kuasa menahan tangis saat Ibunya dikuburkan.Banyak
tetangaa yang mengikuti upacara tersebut karena Bu Siti terkanal baik di
tempatnya.Banyak yang bersedih atas kematian Bu Siti.Teman setia Fajar yakni
Abdul,Didi dan Dewi ikut serta dalam pemakaman tersebut
1.Kiai
setempat :”(Mengucapkan doa
untuk Bu Siti)”
2.Orang-orang :”(Menaburkan
bunga di atas Makam Bu Siti)”
3.Fajar :”(Yang
semula terdiam lalu menangis)”
4.Pak
Ahmad :”(Datang
menghampiri Fajar) Sudah lah nak ikhlaskan saja ibumu”
5.Fajar :”(Sambil
menangis) Itu susah Pak”
6.Pak
Ahmad :”Lebih
baik kita pulang yuk nak sebentar lagi hujan”
7.Fajar :”Sebentar
Pak Fajar mau di sini dulu”
8.Pak
Ahmad :”(Menghela
napas) Ya sudah Bapak mau pulang dulu, bapak mau mempersiapkan segalanya untuk tamu kita (menepok bahu Fajar kemudain pergi)
9.Abdul+Didi :”(Datang
menghampiri Fajar)
10.Abdul :”Kamu
yang kuat ya Jar”
11.Fajar :”(Terdiam)
12.Dewi :”(Tiba-tiba
datang) Kuat ya Jar aku turut berduka”
13.Didi :”(Menarik
Fajar) Yuk Jar kita pulang dulu langitnya mendung
14.Fajar :”(Melepaskan
tangan Didi dengan kasar hingga membuat Didi terjatuh)
15.Didi :”(Terjatuh)
Aduh Jar.(diam sejenak) ya sudah aku pulang dulu
16.Abdul+Dewi :”Aku juga Jar mau pulang dulu”
17.Fajar :”(Terdiam)
(Hingga
hujan pun akhirnya turun membasahi Fajar yang terus terdiam memandangi makam
Ibunya)
18.Fajar :”(Di
bawah hujan) Tiiiiddaaaaaakkkkkk”
Adegan 17
Pak Ahmad yang sudah
dirumah pun kebingungan dengan keberadaan anaknya. Hujan pun semakin deras Pak
Ahmad semakin kebingungan.Ia mencoba bertanya kepada orang-orang yang
lewat.Namun tidak mengetahui.Hingga akhirnya Fajar pulng dengan basah
kuyup.Setelah sampai di rumahnya Ia terjatuh pingsan
1.Pak
Ahmad :”(Terlihat kebingungan) Dimana ini
anakku Fajar kok belum pulang”
2.Warga
1 :”(Terlihat melintas)
3.Pak
Ahmad :”Pak-pak tahu dimana anak saya
ndak Pak?”
4.Warga
1 :”Tidak”
5.Warga
2 :”(Melintas setelah warga 1)
6.Pak
Ahmad :”Bu lihat anak saya ndak bu?”
7.Warga :”Maaf ndak lihat”
8.Pak
Ahmad :”Haduh Jar-jar kamu dimana
to(Sambil terlihat kebinguan)”
9.Fajar :”(Tiba-tiba datang dengan terdiam
dan sudah basah kuyup)”
10.Pak
Ahmad :”Lho Jar kok basah
kuyup?”
11.Fajar :”(Masih terdiam kemudian tergeletak
pingsan)
12.Pak
Ahmad :”(Menangkap anaknya yang
terjatuh) Lho Jar kmu kenapa Jar, Pasti karena kehujanan
(Kemudian
Pak Ahmad membawanya masuk kedalam)
Adegan 18
Esok paginya Fajar baru
terbangun.Semalaman ia tidak sadarkan diri.Ia masih terbayang soal
ibunya.Setelah beberapa saat ia sara bahwa hari itu adalah hari Senin dan harus
berangkat ke sekolah.Bergegas ia mandi dan berdandan rapi.Maskipin masih terbayang tentang ibunya ia tetap masuh harus
melajnjutkan impiannya
1.Fajar :”(Terbangun) wah jam berapa ini?”
2.Pak
Ahmad :”(Masuk kamar Fajar) Lho Fajar
sudah bangun?”
3.Fajar :”Jam berapa Pak?”
4.Pak
Ahmad :”(Menjawab dengan nada santai) Jam
6 pagi Jar kenapa?”
5.Fajar :”(Terkejut) Hah jam 6 pagi Fajar
mesti cepet-cepet ke sekolah”
(Bergegas
ia segera mandi dan segera berangkat ke sekolah .Setelah Sampai di sekolah
Fajar Hampir terlambat)
Adegan 19
Di kelas Fajar hanya melamun dan tidak memperhatikan
guru yang menerangkan yang ada dipikirannya hanyalah Ibunya.Dia tidak merespon
sapaan dari temannya bahkan gurunya sekalipun beruntung Fajar punya guru yang
dapat mengertinya.
1.Bu Asti :”(Menerangkan
soal kemudian memberi pertanyaan) Fajar coba kamu jawab
2.Fajar :”(Terdiam) ........”
3.Bu Asti :”Fajar
ayo di jawab (Dengan suara keras)”
4.Fajar :”(Terkaget) Siap Bu”
5.Bu Asti :”Cepat
kerjakan di papan tulis!”
6.Fajar :”Apa yang di kerjakan?”
7.Murid-murid :”(Berteriak)
huuuuuuuuuu hahahha
8.Bu
Asti :”(Dengan nada keras) Kamu
ini bagaimana Saya suruh mengerjakan soal nomer sepuluh malah masih bertanya”
9.Fajar :”I...Iya Bu”
(Bel istirahat berbunyi Fajar masih melamun di dalam
kelas terlihat ketiga temannya datang masuk kekelas Fajar untuk menghampirinya)
10.Abdul :”Woi
Jar Masih kepikiran soal itu ya?”
11.Dewi :”sssshhhhtttt
jangan ngomong begitu”
12.Fajar :”(Terdiam)”
13.Didi :”Aku
minta maaf soal kemarin”
(Kemudian Bu Asti yang tadi masih di kelas mengecek
nilai-nilai datang menghampiri)
14.Bu Asti :”Jar
kamu sebenarnya kenapa? Ibu tahu kamu sedang ada masalah”
15.Fajar :”Ndak
ada apa-apa kok bu”
16.Bu
Asti :”Sudahlah cerita saja sama ibu
dan ini dari tadi teman-teman kamu dari tadi nemenin kamu”
17.Fajar :”Baiklah Bu kemarin Ibu saya
meninggal(Jawab Fajar dengan nada yang
Datar)”
18.Bu Asti :”(Terkaget)
Apa? Innalilahiwainnailaihirajiun Meninggal gara-gara apa?”
19.Fajar :”Serangan
jantung”
20.Bu
Asti :”Kamu yang kuat ya Jar namanya
umurkan Tuhan yang mengatur, sudahlah ikhlaskan
saja Jar”
21.Fajar :”(Dengan
nada yang memelas) Itu mungkin susah Bu”
22.Bu Asti :”Tidak
Jar kamu pasti bisa coba saja dulu”
23.Abdul :”Ya
Jar kamu pasti bisa mengikhlaskan ibu kamu”
24.Fajar :”Ya
terimakasih ya semuanya”
25.Bu
Asti :”(Tiba-tiba dengan nada
serius) Hayo sebentar lagi sudah mau UN lho nanti kalo pkiran kamu melayang
bisa-bisa ndak lulus lho!”
26.Didi :”(Menakut-nakuti)
Hayo kamu Jar hiiiiiiiiii”
27.Fajar :”(Tertawa
kecil) Ah kamu Di bisa aja Di”
28.Dewi :”(Dengan
muka senyum) Fajar akhirnya bisa senyum juga”
29.Fajar :”Hahaha
Ya Wi”
30.Bu Asti :”Nah
gitu dong Jar”
Adegan 20
Peristiwa itu telah
berlau UN tinggal sebentar lagi, Fajar yang sudah dapat mengikhlaskan ibunya
kini dipikirannya hanya ada satu yakni bagaimana mendapatkan nilai yang tinggi
supaya dapat masuk ke PTN favorit?.Di kelas ia sangat konsentrasi dalam
pelajaran.Bahkan kini ia jarang keluar rumah karena ia terus belajar begitu
juga sahabat-sahabatnya.Dan Harii itu adalah tepat seminggu sebelum UN.
1.Guru mapel :”(Menerangkan
sebuah materi).(Setelah beberapa saat) Bagaimana anak-anak paham?”
2.Murid-murid :”Paham”
3.Guru mapel :”Baiklah
sekarang Inu akan memberi kalian sebuah lembar soal.soal ini adalah prediksi
soal UN terakhir yang ibu berikan pada kalian mengingat waktu UN yang sudah
dekat Ibu harapkan kalian dapat mengejakan soal UN dengan lancar dan mendapat
nilai yang baik sehingga dapat meneruskan kemanapun”
4.Murid-murid :”Amiiiiiiinnnnnnnnn”
5.Guru Mapel :”Oleh karena itu kalian harus semangat dalam
belajar”
6.Murid-murid :”Ya Bu”
7.Fajar :”(Berkata dalam hati) Aku harus
mendapat nilai tertinggi”
Adegan 21
Fajar yang sudah pulang
sekolah sedang belajar dengan serius di kamarnya.Kemudian Pak Ahmad datang
menghampiri Fajar dan bertanya-tanya tetang ibu dan pelajaran.
1.Fajar :”(Belajar dengan serius)
2.Pak Ahmad :”(Datang masuk ke kamar Fajar).(Setelah
Beberapa saat) Jar kamu tidak
Tidur sudah malam lho, besok kesiangan”
3.Fajar :”(Menjawab dengan tidak acuh)
Tidak Pak belum ngantuk”
4.Pak Ahmad :”Heh ibu kamu pasti bangga punya anak seperti
kamu”
5.Fajar :”Ya Pak mungkin Ibu sekarang
sedang melihat perbiincangan kita ini melihat
Telah seberapa jauh kita melangkah
6.Pak Ahmad :”(Sambil menuju ke kasur untuk duduk) Kamu
kangen sama Ibu ya Jar? Ya
Ya sudah besok kita sama-sama pergi ke makam
Ibu
7.Fajar :”Ya Pak”
8.Pak Ahmad :”(Berdiri dari duduknya) Ya sudah Nak Bapak
capek mau istirahat”
9.Fajar :”(Menghadap ke arah Bapaknya) Ya
Pak Bapak istirahat saja dulu””
10.Pak Ahmad :”Ya sudah selamat belajar ya(sambil
melangkah keluar)”
11.Fajar :”(Sambil melihat Pak Ahmad
melangkah).(Berkata dalam hati) Terima kasih
Pak”
Adegan 22
Besok Paginya adalah
hari minggu, Fajar dan Bapaknya bersiap pergi ke makam Bu Siti Ibu Fajar.Di
sana Fajar meminta restu agar dapat mengerjakan soal-soaln UN dengan benar.Di
sana Fajar masih terbayang Saat Ibunya meninggal.Meskipun begitu Fajar terlihat
tegar .
1.Pak Ahmad :”(Membawa
plastik berisi bunga dan memakai pakaian Muslim) Jar ayo sudah siap atau belum
nanti keburu panas lho”
2.Fajar :”(Memakai
pakaian muslim dan cepat-cepat keluar rumah) Ya Pak tunggu sebentar”
3.Pak Ahmad :”Kamu
itu kok lama banget kenapa?”
4.Fajar :”Nyari
peci Pak Fajar lupa menaruhnya”
5.Pak Ahmad :”Ya
sudah (Menghela nafas kemudian menatap langit)”
6.Fajar :”Kenapa
melihat ke atas Pak?”
7.Pak Ahmad :”Lihat
Jar kamu ndak merasakan kebesaran Tuhan dengan merasakan semua ini?”
8.Fajar :”Ya
Pak Fajar mengerti maksud Bapak maha besar Allah yang telah menciptakan ini”
9.Pak Ahmad :”(memotong)
Termasuk umur Ibumu Jar”
10.Fajar :”(Menggandeng
bapaknya) Ya sudah ayo Pak Ibu sudah menunggu”
11.Pak Ahmad :”Wah
kamu terlihat semangat sekali ya sudah ayo kalau begitu
Adegan 23
Sesampainya di makam
Ibunya Fajar meminta restu sekaligus mengucapkan do’a untuk Ibunya.
1.Fajar+P.Ahmad :”(Melangkah bersama ke makam Ibunya)”
2.Pak
Ahmad
:”Nah Jar katanya kamu
kangen Ibu kamu “
3.Fajar :”Ya Pak”
4.Pak
Ahmad
:”Ayo kalau begitu kita
bacakan do’a untuk Ibu kamu”
5.Fajar
:”Ya Ayo”
6.Fajar+P.Ahmad :”(Membaca doa)”
7.Fajar+P.Ahmad :”(Menaburkan bunga)”
8.Fajar :”(Sambil memegang nisan Ibunya) Bu Fajar
minta izin Bu supaya ujian nanti dapat
nilai yang baik Bu aku ingin mewujudkan mimpi itu Bu.Dan satu lagi Aku merindukanmu Bu (Dengan suara parau)”
9.Pak
Ahmad
:”(Menyentuh Bahu Fajar)
Sudah Nak sudah jangan nangis Ibu tidak suka
melihatmu menangis”
10.Fajar :”Ya
Pak”
11.Pak
Ahmad :”Ya sudah ayo sebaiknya kita pulang dulu”
12.Fajar :”Ya
Pak (Masih memandangi Ibunya)”
Adegan 24
Keesokan harinya Fajar
berangkat sekolah seperti biasa teman-temannya telah menunggunya Abdul,Didi,
Dan Dewi Dan di pikiran mereka hanya satu dapat mengerjakan UN dan mendapat
nilai terbaik
1.Fajar :”Fajar berangkat dulu ya Pak mohon
do’anya supaya bisa mengerjakan soal
Nanti”
2.Pak
Ahmad :”Ya Jar Bapak do’akan supaya nanti
bisa mengerjakan”
3.Fajar :”Amin Ya sudah Fajar berangkat
dulu itu teman-teman Fajar sudah datang
Assalamualaikum”
4.Pak
Ahmad :”Ya sudah Walaikumsalam”
5.Abdul
:”(Dari kejauhan sambil
melambaikan tangan) Hei Jar Ayo !!”
6.Fajar :”(Menaiki sepedanya) Woi tunggu
aku”
7.Pak
Ahmad :”(Berkata dalam hati) Benar apa
yang kau katakan istriku Fajar kini telah
tumbuh dewasa dan
mandiri”
Adegan
25
Setelah
sampai sekolah Fajar belajar sebentar.Hingga bel masuk berbunyi karena hari itu
adalah hari yang sangat menentukan yakni UN.Ruangan di acak Fajar mendapatkan
ruang 7.Dia satu ruangan dengan Dewi.Didi dan Abdul mendapat ruang 4.
1.Fajar :”(Berjalan
di depan ruang 7)”
2.Dewi :”(Datang
dengan tiba-tiba) Jar kamu dapat ruang
berapa?”
3.Fajar :”7
Wi”
4.Dewi :”Wah
kita satu ruangan nih”
5.Fajar : ”Ya
sudah yuk kita masuk dulu”
6.Dewi :”Yuk”
7.Fajar :”(Mencari
tempat duduk nya) Wi kamu di bangku berapa?”
8.Dewi :”11
Jar kamu?”
9.Fajar :”14
Wi”
10.Dewi :” Ya udah belajar seberntar yuk”
11.Fajar :”Yuk”
Adegan
26
Sementara
itu Abdul dan Didi kebingungan mencari ruang mereka.Mereka mendapatkan ruang
4.Mereka semakin panik yang akhirnya pada saat panitia mengumumkan tinggal 5
menit lagi untuk masuk keruangan masing-masing.Mereka akhirnya dapat menemukan
ruang mereka
1.Abdul :”(Dengan nada kebingungan) Hei di
ruangan kita mana?”
2.Didi :”Entahlah
Dul aku bingung”
3.Abdul :”Ayo coba kita kesana”
Beberapa
saat kemudian
4.Didi :”Dul
ini ruang 8 kamu.Kamu ini gimana ini sih?”
5.Abdul :”Aku juga tidak tahu Di”
6.Didi :”Wah
kami ini”
7.Abdul :”Coba kita kesana Di”
8.Didi :”Beneran
Dul?”
9.Abdul :”Ya ayo coba dulu”
(Beberapa
saat kemudian)
10.Didi :”Wah Dul kamu tuh ngajak berantem
apa gimana?”
11.Abdul :”Ya maaf la Di aku juga nggak tahu”
(Terdengar
suara panitia UN)
12.Panitia :”Mohon perhatian 5 menit lagi anak-anak
harus masuk ke ruangan masing- masing
Sekali lagi 5 menit lagi anak-anak harus masuk
ke ruangan masing- masing
terima kasih
13.Didi :”Wah Dul cepat kita cari ruang
kita”
14.Abdul
:”Ya ya ayo”
1
menit kemudian mereka akhirnya menemukan ruang mereka
15.Didi :”Hah ruang kita mana sih ( Dengan
nada panik)
16.Abdul :”Entah lah aku juga bingung”
17.Didi :”haaaaah ini mana sih?”
18.Abdul :”(Menoleh kebelakang) Nah ini ruang 4
Di”
19.Didi :”Huft kenapa tidak dari tadi sih”
20.Abdul :”Ya sudah yuk masuk”
21.Didi :”Ya ayo”
Adegan
27
Setelah
beberapa saat bel berbunyi.Pengawa masuk keruangan masing-masing.Fajar semakin
deg-deg an saat.Panitia masuk ke ruangan.Didi dan Abdul juga berdebar-debar.Dan
hari itu mereka harus mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.Sebenarnya jauh
sebelum UN mereka sudah bersiap.
1.Pengawas :”Assalamualaikum warahmatuwlahi
wabarakatuh”
2.Murid-murid :”Walaikumsalam warahmatuwlahi
wabarakatuh”
3.Pengawas :”Yak bisa kita lihat soal masih di segel
jadi belum ada yang buka.Namun
Untuk mengawali hari ini
kita buka dengan berdo’a.Berdo’a mulai (setelah
Beberapa saat)
Selesai.Yak soal akan saya bagikan namun jangan di buka dulu
membukanya menunggu bel.
4.Murid-murid :”Ya Pak”
5.Pengawas :”Membagikan soal UN dan lembar LJK”
Setelah
beberapa saat terdengarlah bunyai bel tanda mulai mengerjakan
6.Pengawas :”Yak silahkan di kerjakan.Perlu anda tahu
bahwa UN kali ini ada 20 paket
Dann semuanya berbeda”
7.Murid-murid :”(Terlihat mulai mengerjakan)”
8.Fajar :”(Berkata dalam hati) Yes! Yang ku
pelajari keluar semua”
9.Dewi :”(Mengerjakan dengan
senyam-senyum karena yang dipelajarinya keluar
Semua”
Adegan
28
Sementara
itu Abdul dan Didi mesih kepikiran soal tadi pagi.Mereka dengan gugup
mengerjakan soal namun,akhirnya bisa pelan-pelan mereka mengerjakan saking
seriusnya pada saat bel tanda selesai berbunyi mereka terkaget.Meskipun begitu
tempat dudk mereka berdekatan yakni 11 dan 12
1.Abdul :”(Melihat soal yang di
pegangnya)”
2.Didi :”(Terlihat
memanggil dengan suara pelan) ssshhhttt Dul kamu dapat
Paket
berapa?”
3.Abdul :”3 Di kamu?”
4.Didi :”Aku
5 Dul”
5.Abdul :”Ssshhhttt gimana
soalnya?”
6.Didi :”Lumanyan
sih”
7.Pengawas :”(Tiba-tiba
mengetahui percakapan mereka) mohon untuk peserta UN agar tidak bicara sendiri!”
(Abdul
dan Didi yang seketika itu merasa mereka langsung diam)
(Akhirnya
bel tanda waktu kurang 5 menit berbunyi meskipun sempat semrawut Fajar dan
teman-temannya dapat mengerjakan soal-soal yang awalnya mereka anggap sangat
susah)
8.Pengawas :”Yak
waktu tinggal sedikit lagi mohon di cek lagi lembar jawab dan l lembar Soal”
9.Murid-murid :”(Terlihat
membolak-balikan soal)”
Setelah
beberapa saat terdengar bunyi bel tanda selesai
10.Pengawas :”Yak
silahkan di tinggal lembar jawab dan lembar soalnya”
11.Murid-murid :”(Tampak berdiri dari tempat
duduknya”
Adegan
29
Fajar
dan Dewi yang keluar ruangan tampak bingung mencari Abdul dan Didi namun
akhirnya mereka dapat bertemu.Setelah mereka bertemu, mereka banyak bercerita
tentang tadi pagi sebelum mengerjakan UN apalagi Didi dan Abdul yang tampak
paling mendominasi percakapan.
1.Fajar : ”(Tampak
berjalan kebingungan) Abddul sama Didi mana sih?”
2.Dewi :”Ya
nih dari tadi di cari kok nggak ketemu-ketemu”
(Dari kejauhan
terdengar suara Abdul dan Didi)
3.Abdul :”(Melambaikan tangan sambil berlari)
Hei teman-teman! Tunggu”
4.Didi :”Tunggu
tunggu”
5.Fajar :”Dari
mana saja kalian?”
6.Dewi :”Dari
tadi di cari nih”
7.Abdul :”Maaf dari tadi keliling dan tidak
tahu jalan
8.Didi :”Ya
nih bingung tadi tidak ketemu-ketemu
9.Fajar :”Ya
sudah kita pulang dulu yuk”
10.Abdul :”Ya nih aku juga udah capek dari tadi
lari-lari terus”
11.Fajar :”Kamu juga sih siapa suruh
lari-lari”
Adegan 30
Keesokan harinya
setelah Ujian Nasional berlangsung Fajar terlihat pesimis saat menanti
pengumuman hasil UN nya.Dia terlihat bimbang ingin meneruskan di mana.Namun dia
tetap tidak menyerah bagaimanapun juga Ayahnya tetap memberikan dukungan.
Akhirnya pengumuman kelulusan berlangsung.
1.Panitia :”Assalamualaikum warah
matuwlahi wabarakatuh”
2.Murid-murid :”Walaikumsalam warah
matuwlahi wabarakatuh”
Setelah berbagai acar
Panitia kemudian mengumumkan hasil UN
3.Panitia :”Kali ini kami dari
panitia penyelenggara UN di SMA(Menyebutkan tempat) Akan mengumumkan hasil UN
harap semuanya tetap tenang.
(Beberapa saat
kemudian)
4.Panitia :”Mohon satu persatu siswa
maju kedepan”
(Kemudian satu persatu
siswa maju satu persatu kedepan. Hingga tiba giliran Fajar)
5.Fajar :”(Membuka kertas
kelulusannya) Yes! Lulus dengan memuaskan.”
(Setelah pengumuman
tersebut para siswa di mohon untuk duduk kembali)
6.Panitia :”Untuk nilai keseluruhan
siswa akan di tempel di papan pengumuman
Besok pagi.”
Adegan 31
Esok paginya Fajar
berangkat sekolah pagi-pagi dan sangat penasaran tantang hasil semua
teman-temannya
1.Fajar :”(Menyapa Dewi yang ada di
depannya) Hai Wi”
2.Dewi :”Eh, Fajar sudah lama
ya tidak ketemu”
3.Abdul :”Hei hei hei aku di lupakan
ternyata( Tiba-tiba datang)
4.Fajar :”Ya tidak lah Dul kita kan empat
serangkai hahaha eh ngomong-ngomong Didi mana?”
5.Didi :”hai teman-teman (Dari kejauhan
menyapa)
6.Fajar :”Nah gini ya sudah lengkap”
7.(Berempat) :”Hahahaha”
(Beberapa saat kemudian
panitia menempelkan hasil peringkat UN, murid-murid beramai-ramai melihat)
8.Fajar :”Ayo kesana! lihat sudah di
tempel.”
9.(Bertiga) :”Ya udah yuk”
(Di depan papan
pengumuman)
10.Fajar :”(Dalam hati) Namaku... namaku...
namaku.....”
11.Abdul :”Yes nilaiku cukup tinggi.”
(Kemudian Fajar menemukan
namanya di tingkat teratas)
12.Fajar :”Yes tingkat teratas.”
13.Dewi :”Wah selamat ya”
14.Didi :”Wow Fajar nomer satu”
15.Fajar :”Ya terimakasih ya teman-teman
selama ini.”
16.(Bertiga) :”Ya sama-sama.”
17.Dewi :”Ya kita kan udah teman banget”
18.Didi :”Temen apa temen?”
19.Dewi :”Apaan sih?”
20.(Bertiga) :”Hahahaha”
Adegan 32
Fajar dan Ayahnya pergi
ke makam ibunya. Untuk pengucapan rasa syukur dan rasa terimakasih
1.Pak Ahmad :”Selamat ya Fajar menjadi ranking pertama”
2.Fajar :”Itu karena Bapak, Bapak kan yang
tiap malam menemani Fajar”
3.Pak Ahmad :”Hmph, Bisa saja kamu.”
4.Fajar :”Dan itu juga karena Ibu”
5.Pak Ahmad :”Andaikan saja Ibu ada di sini pasti ibu
sangat bangga”
6.Fajar :”Ibu sudah tenang di sana”
(Fajar termenung
sejenak dan menatap langit, Kemudian teman-temannya berdatangan)
7.Dewi :”Hai jar! Selamat ya”
8.Abdul :”Ini dia, Fajar teman kita sang
ranking satu”
9.Fajar :”Ah bisa aja kamu Dul”
10.Didi :”Fajar memang hebat”
11.Fajar :”Hahaa terimakasih”
12.Pak Ahmad :”Sekarang kamu mau meneruskan
kemana?”
13.Fajar :”Hmmmm.... Fajar diundang oleh PTN
favorit dan mendapatkan beasiswa dan
bisa kuliah dengan gratis”
14.Pak Ahmad :”Hmmmm.... Bagus juga.”
15.Fajar :”Sudah kuduga Bapak akan bilang
seperti itu
(Beberapa saat
kemudian)
16.Fajar :”Teman-teman kalian ingat tentang
imipian yang pernah terucap pada saat kita
masih SD?”
17.Abdul :”Memang kenapa?”
18.Fajar :”(Sambil menatap lepas matahari
terbenam)Kali ini Impian itu berganti, menjadi
menggapai semua cita-cita kita
TAMAT






0 comments:
Post a Comment