This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, 17 July 2014

Puisi "Tinggallah Asa"

Tinggallah Asa
Karya: Farisa Dwi Kurniawan
Ketika ku lihat kau jauh disana
Ku hanya dapat genggam hati dalam asmara
Terayun dalam melodi cinta
Yang menyayat jiwa-jiwa manusia

Terlihatlah aku mulai menahan sebuah rasa
Dimana aku hanya dapat berlutut dan berdo’a
Harapkanmu datang kembali disini
Menghiburku hingga masa senjaku nanti

Namun entah apa aku merasa kau
Perlahan pergi menjauh dariku
Perlahan pula hatiku terbakar sendu
Dalam sebuah ilusi dekapanmu

Tiada yang lain selain rasa emosi
Yang hanya inginkan kau kembali
Namun asa tinggalah harapan

Tinggalah ku sendiri ditelan zaman

Kata-kata bijak dari Farisa Dwi Kurniawan terbaru

Kali ini ane mau update kata kata bijak terbaru , langsung saja Let's Check it out

“Sesungguhnya kehidupan hanyalah sebuah panggung sandiwara yang dimana jalan hidup tiap umat manusia telah dituliskan oleh Yang Maha Kuasa, Tinggal bagaimana cara kita untuk menghadapi dan memperjuangkannya”

“Jika hidup ini adalah sebuah roda maka ia hanya akan memutar-mutar impian manusia tanpa tahu kapan harus berhenti”

“Mungkin kita tak dapat kembali pada masa-masa yang telah berlalu yang kita anggap paling menyenangkan atau apapun, Namun kita dpat menyimpannya dengan rapi di memori otak kita masing-masing dan sesekali mengingatnya”

“Pada dasarnya cinta tidaklah buta, cinta hanyalah rabuh dan yang kita butuhkan sebenarnya hanyalah sebuah kacamata hati yang pas untuk melihat orang yang kita cintai

“Jika cinta adalah sebuah opera komedi mungkin kita akan hanyut dengan canda tawa yang dibawakannya dan akan kembali terdiam ketika selesai”

“Kita tidak perlu tahu bagaimana sebuah cinta bekrja namun yang jelas mekanismenya telah membuat banyak manusia lemah dihadapannya”

“Entah bagaimana bisa sebuah cinta terwujud, tak pernah ada yang tahu tentang hal itu. Namun entah mengapa banyak manusia yang masih terbuai akan sebuah keindahan palsunya dan larut pula dalam beribu dukanya”

“Manusia yang hidup tanpa memiliki sebuah cita-cita bagaikan sebuah orang yang berjalan tanpa tujuan”

“Hati manusia bagaikan sebuah gelas, jika kita mengisinya terlalu penuh maka ia akan tumpah”

“Manusia yang pintar adalah manusia yang dapat membedakan antara menikmati dan memperjuangkan hidup”

“Jika anda melihat lebih jauh tentang apa yang anda hadapi hari ini , sadarlah bahwa mungkin anda dapat mengambil sebuah perlajaran di waktu itu dan dapat menggunakannya di kemudian hari”


Saturday, 12 July 2014

Puisi "Sayang"

SAYANG
KARYA:FARISA DWI KURNIAWAN
Hari ini aku kembali mengingatmu
Entah, Entah apa yang kufikirkan
Bagai rasa yang diadu-adu
Tenggelam dalam ayang-ayang

Melodi-melodi yang menyayat hati
Sayap-sayap cinta yang mendekapku
Tak sejalan dengann apa yang kumiliki
Dengan kenyataan yang membuatku pilu

Oh... Sayangku..
Tak kah kau dapat dalam hatimu
Di balik senyum palsu ini
Ku coba sembunyikan rasa mati untukmu

Ku ingin telinga ku tuli
Agar ku tak bisa mendengar kata-kata jahatmu
Ku ingin mulutku bisu
Agar ku tak bisa ucapkan kata cinta padamu
Ku ingin mataku buta
Agar ku tak melihat goresan perbuatanmu

Mungkin kita telah berpisah
Mungkin kita telah hancur
Namun jangan sekalipun kau coba
Lupakan masa-masa kita dulu sayangku

Andaikan waktu akan kembali
Akan ku coba lupakan rasa bodoh itu
Dimana hatiku mulai mencintai
Sebuah rasa yang tak menentu

Ku tahu hatimu telah mati untukku
Ku tahu rasa itu telah pergi darimu
Bahkan ku tahu kau takkan sebut namaku

Aku terasa begitu hina di hadapanmu
Aku terasa terlihat bodoh di depanmu
Ketika ku sadari rasa itu tak bisa lepas

Dari diri yang telah terhempas