This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 17 December 2013

Naskah Drama "Tiga Mimpi"

 Naskah Drama “TIGA MIMPI”
Karya:Farisa Dwi Kurniawan
Ringkasan ceritanya:
Di sebuah daerah di pelosok Indonesia hiduplah keluarga sederhana mereka bernama Pak Ahmad dan Bu Siti,mereka mempunya anak bernama Fajar.Mereka hidup dengan sangat sederhana.Hingga anak mereka tumbuh dan ingin sekolah,namun keinginan tersebut tidak mudah untuk diwujudkan karena selain sekolahnya yang cukup jauh yakni kurang lebih 6KM yang jalannya harus melewati hutan dan sebuah sungai yang deras.(Saat Fajar SMA sudah di bangun sebuah jembatan)
Namun Fajar tidak berputus asa.Ia memiliki teman-teman satu sekolahnya mereka adalah Abdul dan Didi mereka sama dengan Fajar, hidup dengan sangat sederhana.Mereka adalah 3 sahabat yang selalu bersama.Mereka juga mempunyai keinginan yang sama yakni membuat orang tua mereka bangga dengan dapat menjadi lebih baik dari orangtua mereka yang hanya sebagai buruh tani. Di tengah-tengah perjuangan Fajar, dia harus menerima kenyataan bahwa ibunya meninggal dunia. Dia sempat berputus asa karena tidak rela ditinggal pergi oleh ibunya. Namun seolah tidak pernah mengucap kata menyerah Fajar berusaha tetap tegar menghadapi itu semua hingga dia dapat bersekolah sampai perguruan tinggi 

Tema               :Pendidikan
Amanat           :Jangan berputus asa

                         


Adegan 1
Pak Ahmad yang sedang pulang dari sawah melihat anaknya yang masih bayi diasuh oleh ibunya
1.Pak Ahmad  :”(Sambil berjalan masuk kerumahnya) Assalamualaikum!”
2.Bu Siti          :”Walaikumsalam”
3.Pak Ahmad  :”(Sambil melihat anaknya) Wah anak kita lucu sekali ya Bu”
4.Bu Siti          :”(Sambil mencubit pipi anaknya) Iya  Pak, Ibu sampai gemes
Adegan 2
9 tahun kemudian anaknya semakin besar dan ingin sekolah,namun ibunya menasehati kalau tidak ada sekolah yang dekat, akhirnya Fajar berdebat dengan ibunya
1.Fajar             :”(Sambil menggebu-nggebu) Pokoknya Fajar ingin sekolah!”
2.Bu Siti          :”Nak, sekolah di sini jauh kamu lebih baik membantu bapak kamu saja ya”
3.Fajar :”Tidak mau Fajar kepengen sekolah!”
Setelaah perdebatan tersebut tiba-tiba Pak Ahmad datang
4.Pak Ahmad:”(Sambil memegang wajah anaknya) Kamu bener ingin sekolah?”
5.Fajar        :”Iya Pak Fajar kepengen sekolah”
6.Pak Ahmad:”Tapi sekolah di sini kan jauh Jar?”
7.Fajar        :”Tidak apa-apa Pak Fajar pasti bisa”
8.Pak Ahmad:”Baiklah nak besok Bapak daftarkan”
(Akhirnya setelah debat yang cukup panjang Fajar akhirnya diizinkan orangtuanya untuk sekolah di salah satu sekolah di tempatnya yang berjarak kurang lebih 6KM)

Adegan 3
Di suatu Pagi yakni pukul 05.00.Fajar sudah bersiap memakai baju Putih Merahnya. Fajar akan berangkat kesekolah setelah pamitan ia bergegas dengan berjalan kaki
1.Fajar             :”Bu Fajar berangkat sekolah dulu ya”
2.Bu Siti          :”Iya nak hati-hati”

Adegan 4
Kemudian setelah bertemu dengan Abdul dan Didi yang sudah menunggunya dari tadi mereka pun berangkat bersama di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang
1.Fajar             :”Dul apa cita-citamu?”
2.Abdul           :”Pengen membahagiakan orangtua dengan menjadi lebih baik dari mereka”
3.Fajar             :”ooooo, kalo kamu Di?”
4.Didi             :”Aku sama dengan Abdul”
5.Fajar :”Kita punya keinginan yang sama”
(Setelah berbincang-bincang tentang cita-cita mereka bertiga menjadi semangat)
Adegan 5
Di tengah-tengah perjalanan mereka melihat sebuah sungai.Karena cukup deras untuk mereka bertiga, mereka terlihat takut untuk melewatinya.Setelah mereka yakin akhirnya mereka mencoba melewati sungai tersebut.Dengan perasaan was-was akhirnya mereka dapat melewatinya
1.Fajar             :”(terlihat panik)Wah sungainya cukup deras!.
2.Abdul           :”Kita harus tetap melewatinya”
3.Didi              :”Yah kita lewat dengan hati-hati”
(Setelah melepas sepatu.Mereka dengan hati yang mantap namun masih terlihat ragu mereka bertiga mencoba untuk tetap melewatinya)
4.Fajar             :”(dengan penuh semangat) Ayo kita lewati!”
5.Didi              :”Ayo!”
6.Abdul           :”(dengan muka yang terlihat cemas) Ah deras sekali
(Setelah perjuangan tersebut mereka akhirnya dapat melewati sungai tersebut.Setelah sampai di tepi sungai mereka memakai kembali sepatu mereka yang mereka lepas tadi.Saat memakai sepatu mereka sedikit berbincang-bincang)
7.Didi                          :”Eh Jar kamu tahu tidak?”
8.Fajar                         :”(dengan mengerutkan dahi) apa?
9.Didi                          :”aku.....aku.....”
10Fajar                        :”Kenapa?”
11.Didi                        :”Jar aku Jar aku...”
12.Fajar                       :”Kenapa sih?”
13.Didi                        :”(sambil berdiri)Aku kebelet pipis tunggu sebentar ya(sambil berlari                                   kecil)
14.Abdul+Fajar           :”(tertawa terbahak-bahak)hahahahaha
Akhirnya mereka sampai di jalan raya terlihatlah banyak orang kesana-kemari berlulu-lalang banyak juga yang terlihat buru-buru
Adegan 6
Setelah itu akhirnya mereka sampai di sekolah mereka tiba di sekolah sekitar pukul 06.30.Mereka bergegas masuk ke ruang kelas 4.Semua murid sudah duduk dengan rapi untuk mengikuti pembelajaran.
1.Abdul           :”(dengan muka bingung) Kamu duduk dimana?
2.Fajar             :”(Sama-sama terlihat bingung) Entahlah aku juga bingung.”
3.Didi              :”Aha mending kita duduk di sana saja(sambil menunjuk bangku                             paling depan sisi kanan”
(Setelah beberapa saat mereka akhirnya memilih banku tersebut Didi dan Abdul sebangku namun,Fajar tidak tapi masih mendapat bangku di belakang mereka)
3.Abdul                       :”Aku sebangku denganmu ya Di”
4.Didi                          :”(dengan suara mantap) Oke!”
5.Fajar                         :”(terlihat masih bingung) Lha aku dimana?”
6.Didi                          :”Mending kamu di belakang kita saja”
7.Fajar                         :”Baiklah”
(Setelah perdebatan tersebut akhirnya Fajar duduk di belakang mereka.Beberapa saat bel masuk kelas berbunyi.Anak-anak terlihat berlarian masuk kekelas.Setelah Duduk dengan rapi.Akhirnya Fajar mendapat teman sebangku yang bernama Dewi.Setelah beberapa saat masuklah guru wali kelas yang bernama Bu Yusni)
8.Bu Yusni                  :”(sambil masuk kekelas) Selamat pagi anak-anak!
9.Murid-murid                        :”Selamat pagi Bu”
10.Bu Yusni                :”Sebelumnya Ibu ingin berkenalan dengan kalian, jadi Ibu ingin kalian       maju  satu persatu dimulai dari yang paling depan”
11.Murid-murid          :”Iyaa Bu”
(Akhirnya satu persatu murid maju kedepan.Di antara mereka berasal dari bermacam-macam keluarga diantaranya ada yang menjadi anak peternak,pengusaha,petani.Dan lain-lain.Hingga tiba giliran Fajar maju kedepan)
12.Fajar                       :”Kenalkan nama saya Muhammad Fajar saya tinggal di (menyebut             nama tempat)
13.Bu Yusni                :”Nah Fajar apa pekerjaan orangtua mu?”
14.Fajar                       :”Orangtua saya bekerja sebagai Buruh tani Bu”
15.Murid-murid          :”hahahahaha”
(Murid-murid mentertawakan Fajar setelah menyebutkan bahwa orangtuanya hanya sebagai Buruh tani)
16.Bu Yusni                :”ssshhhhttt sudah-sudah diam kenapa di tertawakan? Bukankah     pekerjaan orang tua Fajar itu halal? Nah Fajar sudahlah kamu bisa         duduk
17.Fajar                       :”(dengan muka cemberut)Iya bu”
(Setelah beberapa saat ia duduk di tempat duduknya dengan muka yang masih cemberut)
18.Dewi          :”Hai jar kamu keren berani.Meskipun di ejek teman”
19.Fajar           :”(muka yang semula cemberut menjadi tersenyum) Yang benar Wi?
20.Dewi          :”Iya jar keren (sambil mengangkat kedua jempol
21.Fajar           :”Terimakasih ya Wi”
(Akhirnya pelajaran pun dimulai meskipun tertinggal oleh teman-temannya Fajar cukup mampu untuk menyaingi mereka sampai-sampai teman-temannya kagum dibuatnya dia selalu terlihat aktif saat pelajaran apapun)
22.Bu Yusni    :”(dengan tersenyum lebar) Wah Fajar kamu cukup hebat ibu dengar kamu sempat tertinggal sama teman-teman kamu?”
23.Fajar           :”(dengan muka cengengesan) Hehehe terimakasih Bu”
24.Bu Yusni    :”Nah lihat anak-anak meskipun Fajar tertinggal Fajar tetap semangat untuk belajar.Dan hasilnya tidak mengecewakan bukan?”
Adegan 7
Fajar tersenyum mendengar perkataan Bu Yusni tersebut.Tak lama kemudian terdengarlah bel tanda pulang anak-anak tampak berlarian menuju keluar kelas.Fajar,Abdul dan Didi pulang bersama.
1.Abdul           :”(sambil menepok  bahu Fajar) Hei Jar kamu hebat banget
2.Fajar             :”Ah kamu Dul bisa aja”
Beberapa saat terlihat Dewi berlari dari kejauhan menghampiri mereka bertiga
3.Dewi            :”(dengan muka yang terlihat bahagia) Hai Jar boleh ikut pulang bareng nggak?”
4.Fajar             :”Boleh memang rumahmu mana?”
5.Dewi            :”Rumahku di(menyebut nama tempat)”
6.Didi              :”Searah sama kita dong”
7.Abdul           :”kapan-kapan kita main kerumahmu ya?”
8.Dewi            :”Oke”
Adegan 8
Saking asyiknya mereka mengobrol.Tanpa terasa telah sampai ke rumah Dewi Fajar danketiga temannya hanya lewat dan tidak bisa mampir karena ada harus masih membantu orangtua mereka
1.Dewi            :”Aku duluan ya besok kita bareng lagi”
2.Fajar             :”Iyaa kami pulang dulu ya”
3.Dewi            :”Lho nggak mampir dulu?”
4.Abdul           :”Kami masih punya tugas kapan –kapan aja ya”
5.Dewi            :”Ya udah deh hati-hati di jalan ya”
6.Bertiga         :”Daaaaa”
Adegan 9
(setelah sekian lama berjalan akhirnya mereka sampai kerumah mereka masing-masing)
1.Fajar             :”(Sambil berjalan masuk) Assalamualaikum”
2.Bu Siti          :”Walaikumsalam nak gimana tadi sekolahnya?”
3.Fajar             :”(Sambil meletakkan tasnya) Tadi sempat diejek teman dan dipuji guru
4.Bu Siti          :”Lho di ejek kenapa?”
5.Fajar             :”Di ejek pas Fajar tadi bilang kalo orangtua Fajar bekerja sebagai buruh tani
6.Bu Siti          :”(Sambil mungusap wajah anaknya) Ya sudah ndak apa-apa, sudah makan dulu sana
7.Fajar             :”(Sambil berjalan ke kamar) Ya Bu nanti saja”
Adegan 10
Fajar masuk ke kamarnya lalu merebahkan badannya.Kemudian ia berguman dalam hati seandainya aku bisamenjadi orang yang lebih sukses dari orangtua
1.Fajar             :”(Berguman dalam hati)Seandainya aku menjadi lebih baik dari orangtuaku
2.Bu Siti          :”(Tiba-tiba masuk) Eh kok malah tidur cepat makan dulu sana!”
3.Fajar             :”(Bangun dari posisi tidurnya) Bu Fajar boleh mengakatakan sesuatu tidak?”
4.Bu Siti          :”Boleh”
5.Fajar             :”(Sambil memandang Ibunya dengan muka serius) Kenapa Tuhan menciptakanku di keluarga yang seperti ini Ibu?”
6.Bu Siti          :”(Memasang muka serius) Apa kamu bilang Jar? ,Kamu tidak boleh ngomong seperti itu kamu harus bersyukur dengan apa yang kamu miliki lihat saja masih banyak orang yang di bawah kita
7.Fajar             :”(menundukkan kepala) Ya bu maafkan Fajar
8.Bu Siti          :”(Sambil mengusap kepala Fajar) Ya nak sudah ndak apa-apa
Adegan 11
8 tahun setelah kejadian tersebut.Meskipun telah berlalu lama Fajar tetap teringat kini ia telah tumbuh dewasa.Dia bersekolah di salah satu SMA favorit di tempatnya karena dia mendapatkan beasiswa setelah mendapat nilai sempurna saat UN SMP.Jalan yang ia lalui sekarang terlihat bagus pemerintah setempat telah memperbaikinya.Sungai yang dulu ia lewati kini telah di bangun sebuah jembatan.Dan kini ia tidak berjalan kaki lagi dia.Karena telah dihadiahi sebuah sepeda dari gurunya.Rumahnya pun kini telah mengalami perubahan yang dulunya berdinding dari bambu sekarang telah di renovasi.Meskipun tidak banyak.Dan mimpi itu, masih terus berlanjut
1.Fajar                         :”(memakai seragam SMA) Pak Bu Fajar berangkat sekolah dulya(kemudian                                     bersalaman dengan mencium kedua tangan orangtuanya).(Kemudian sambil
                                    Berjalan keluar) assalamualaikum
2.Ayah+ibunya           :”Iya nak walaikumsalam hati-hati di jalan
3.Pak Ahmad              :”(menghembuskan nafas) tak terasa ya Bu anak kita sudah besar
4.Bu Siti                      :”Ya ya Pak tak terasa sebentar lagi juga mau kuliah lho
5.Pak Ahmad              :”Kita daftarkan di mana ya Bu enaknya?”
6.Bu Siti                      :”Sudah lah Pak jangan di pikir begitu sudah lebih baik kerja dulu”
7.Pak Ahmad              :”Ya bu (kemudian mencium tangan istrinya)
8.Bu Siti                      :”kebalik Pak”
9.Pak Ahmad              :”Ah ya sudah assalamualaikum
10Bu Siti                     :”Walaikumsalam
Adegan 12
Di tengah perjalan ke sekolahnya Fajar bertemu dengan dua sahabat lamanya, Abdul dan Didi yang kebetulan satu sekolah.Dan sama-sama berangkat dengan naik sepeda.Dan di tengah perjalanan tiba-tiba bertemu dengan Dewi
1.Abdul           :”(Sambil berteriak-teriak) Hai Jar ayo berangkat sama-sama
2.Fajar             :”Ya Ayo(dengan suara tak kalah semangat)
3.Didi              :”(sambil melambaikan tangan) Woi jangan tinggalkan aku!!”
4.Fajar             :”Hahaha makanya cepat Di!”
Tak berapa lama kemudian muncul Dewi yang tiba-tiba di samping Fajar
5.Fajar             :”(dengan muka terkejut) Eh ada Dewi”
6.Abdul           :”Ciiihhhhuuuyy ciye-ciye”
7.Didi              :”Hei Jar di sampingin cewek cantik tuh hahaha
8.Dewi                        :”Ih kalian apa sih (Dengan muka yang terlihat merah)
9.Fajar             :”Woi teman sendiri”
(Tak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di sekolah mereka.Kemudian setelah mereka memarkirkan sepeda, mereka bergegas masuk ke kelas mereka masing-masing)
Adegan 13
Fajar dan teman-temannya masuk kekelas mereka masing-masing.Tak berapa lama kemudian terdengar bel tanda masuk.Anak-anak terlihat bergerombol masuk kelas.Kemudian setelah beberapa saat Guru mapel yang bernama Bu Asti datang dan pada saat itu membahas tentang materi ujian nasional
1.Bu Asti         :”Assalamualaikum”
2.Murid-murid            :”Wa’alaikumsalam”
3.Bu Asti         :”Yak kita berdoa dahulu menurut agama kita masing-masing,Berdoa mulai,
                         (Setelah beberapa saat) Selesai. Yak kali ini Bu Asti akan memberikan soal
                          Latihan Ujian Nasional untuk kalian jadi diam dan kerjakan sebisanya
4.Murid-murid            :”Ya Bu”
Setelah dua jam palajaran bel istirahat berbunyi
5.Bu Asti         :”Yak anak-anak sudah bel kumpulkan semua soal dengan rapi!”
6.Murid-murid            :”(Maju dengan tertib untuk mengumpulkan lembar jawab dan soal)
Adegan 14
Fajar,Abdul,Didi dan Dewi bersama menuju ke perpustakaan untuk meminjam sebuah buku setelah si perpustakaan mereka bercakap-cakap sebentar
1.Fajar             :”( Melihat-lihat rak buku)”
2.Abdul           :”(Tiba-tiba datang) Hoi jar”
3.Fajar             :”Ah kamu Dul mengagetkanku saja”
4.Dewi                        :”Hei pada cari buku apa nih?”
5.Fajar             :”Eh kamu Wi ini lagi cari buku materi buat ujian, udah mau UN lho
6.Abdul           :”Ya Wi aku juga sama kayak Fajar
7.Dewi                        :”(Dengan muka sinis) Nggak nanya
8.Didi              :”(Tiba-tiba datang) Hei lagi pada kumpul ternyata kok nggak diajak?”
9.Abdul           :”Salahmu sendiri datang terlambat”
10.Didi            :”Yeeee sekarang gitu, Eh pada ngapain sih kayaknya kok serius banget?”
11.Fajar           :”Ini nih Jar lagi ngomongin Ujian kan tinggal sebentar lagi”
12.Didi            :”Ooo gitu ya, kamu kan pintar Jar santai aja lha(dengan nada santai)”
13.Fajar           :”Jangan begitu Di meskipun kita pandai kalau tidak bisa memanfaatkannya           juga sama saja.Aku juga bingung setelah lulus nanti aku mau nerusin atau           kerja.
14.Dewi          :”Kamu kan anak IPA  Jar jadi kan lebih mudah untuk melanjutkan
15.Abdul         :”Ya Jar betul tuh kata Dewi kamunya yang nggak percaya diri(Dengan nada         nasihat)
16.Fajar           :”Ya sudah termakasih ya teman-teman dukungannya”
17.(Bertiga)     :Ya sama-sama Jar
Adegan 15
Setelah pulang sekolah Fajar kebingungan karena di rumahnya banyak sekali orang yang memakai baju hitam dan sebuah bendera kuning.Setelah itu Fajar terkaget karena telah melihat ibunya terbujur kaku.Fajar tidak percaya dengan itu semua dia menangis sejadi-jadinya
1.Fajar             :”(Dengan muka bingung sambil berjalan)
2.Pak Ahmad  :”Jar ibumu Jar ibumu(dengan menangis)
3.Fajar             :”(Dengan muka terkejut) Ibu? Ada apa dengan Ibu?”
4.Pak Ahmad  :”Lebih baik kamu masuk kedalam dan melihat sendiri
5.Fajar             :”Ya ayo sama-sama Pak”
(Setelah masuk kedalam Fajar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Dia hanya terkaget tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Ibunya telah terbujur kaku)
6.Fajar             :”(Sambil menangis) Ibu, Ibu kenapa? Jawab ibu(Dengan nada yang  
                        Tersenggal-senggal) Bu  bangun Bu
7.Pak Ahmad  :”(Sambil menangis) Jar sudahlah Jar Ibu telah pergi.Tadi Pagi ia terkena serangan jantung akut.Yang menyebabkan ibumu meninggal
8.Fajar             :”(Sambil menangis) Ibu jangan pergi Bu.Fajar masih tetap ingin bersama Ibu
9.Pak Ahmad  :”(Sambil memegang hati anaknya) Lebih baik kita doakan supaya Ibu kamu  tenang di sana”
10.Fajar           :”(Menangis sejadi-jadinya)
Adegan 16
Esok paginya Fajar mengikuti upacara pemakaman.Dia tak kuasa menahan tangis saat Ibunya dikuburkan.Banyak tetangaa yang mengikuti upacara tersebut karena Bu Siti terkanal baik di tempatnya.Banyak yang bersedih atas kematian Bu Siti.Teman setia Fajar yakni Abdul,Didi dan Dewi ikut serta dalam pemakaman tersebut
1.Kiai setempat           :”(Mengucapkan doa untuk Bu Siti)”
2.Orang-orang             :”(Menaburkan bunga di atas Makam Bu Siti)”
3.Fajar                         :”(Yang semula terdiam lalu menangis)”
4.Pak Ahmad              :”(Datang menghampiri Fajar) Sudah lah nak ikhlaskan saja ibumu”
5.Fajar                         :”(Sambil menangis) Itu susah Pak”
6.Pak Ahmad              :”Lebih baik kita pulang yuk nak sebentar lagi hujan”
7.Fajar                         :”Sebentar Pak Fajar mau di sini dulu”
8.Pak Ahmad              :”(Menghela napas) Ya sudah Bapak mau pulang dulu, bapak mau   mempersiapkan segalanya untuk tamu kita (menepok bahu Fajar            kemudain pergi)
9.Abdul+Didi             :”(Datang menghampiri Fajar)
10.Abdul                     :”Kamu yang kuat ya Jar”
11.Fajar                       :”(Terdiam)
12.Dewi                      :”(Tiba-tiba datang) Kuat ya Jar aku turut berduka”
13.Didi                        :”(Menarik Fajar) Yuk Jar kita pulang dulu langitnya mendung
14.Fajar                       :”(Melepaskan tangan Didi dengan kasar hingga membuat Didi                   terjatuh)
15.Didi                        :”(Terjatuh) Aduh Jar.(diam sejenak) ya sudah aku pulang dulu
16.Abdul+Dewi          :”Aku juga Jar mau pulang dulu”
17.Fajar                       :”(Terdiam)
(Hingga hujan pun akhirnya turun membasahi Fajar yang terus terdiam memandangi makam
Ibunya)
18.Fajar                       :”(Di bawah hujan) Tiiiiddaaaaaakkkkkk”
Adegan 17
Pak Ahmad yang sudah dirumah pun kebingungan dengan keberadaan anaknya. Hujan pun semakin deras Pak Ahmad semakin kebingungan.Ia mencoba bertanya kepada orang-orang yang lewat.Namun tidak mengetahui.Hingga akhirnya Fajar pulng dengan basah kuyup.Setelah sampai di rumahnya Ia terjatuh pingsan
1.Pak Ahmad  :”(Terlihat kebingungan) Dimana ini anakku Fajar kok belum pulang”
2.Warga 1        :”(Terlihat melintas)
3.Pak Ahmad  :”Pak-pak tahu dimana anak saya ndak Pak?”
4.Warga 1        :”Tidak”
5.Warga 2        :”(Melintas setelah warga 1)
6.Pak Ahmad  :”Bu lihat anak saya ndak bu?”
7.Warga           :”Maaf ndak lihat”
8.Pak Ahmad  :”Haduh Jar-jar kamu dimana to(Sambil terlihat kebinguan)”
9.Fajar             :”(Tiba-tiba datang dengan terdiam dan sudah basah kuyup)”
10.Pak Ahmad            :”Lho Jar kok basah kuyup?”
11.Fajar           :”(Masih terdiam kemudian tergeletak pingsan)
12.Pak Ahmad            :”(Menangkap anaknya yang terjatuh) Lho Jar kmu kenapa Jar, Pasti karena kehujanan
(Kemudian Pak Ahmad membawanya masuk kedalam)
Adegan 18
Esok paginya Fajar baru terbangun.Semalaman ia tidak sadarkan diri.Ia masih terbayang soal ibunya.Setelah beberapa saat ia sara bahwa hari itu adalah hari Senin dan harus berangkat ke sekolah.Bergegas ia mandi dan berdandan rapi.Maskipin masih  terbayang tentang ibunya ia tetap masuh harus melajnjutkan impiannya
1.Fajar             :”(Terbangun) wah jam berapa ini?”
2.Pak Ahmad  :”(Masuk kamar Fajar) Lho Fajar sudah bangun?”
3.Fajar             :”Jam berapa Pak?”
4.Pak Ahmad  :”(Menjawab dengan nada santai) Jam 6 pagi Jar kenapa?”
5.Fajar             :”(Terkejut) Hah jam 6 pagi Fajar mesti cepet-cepet ke sekolah”
(Bergegas ia segera mandi dan segera berangkat ke sekolah .Setelah Sampai di sekolah Fajar Hampir terlambat)

Adegan 19
Di kelas Fajar hanya melamun dan tidak memperhatikan guru yang menerangkan yang ada dipikirannya hanyalah Ibunya.Dia tidak merespon sapaan dari temannya bahkan gurunya sekalipun beruntung Fajar punya guru yang dapat mengertinya.
1.Bu Asti         :”(Menerangkan soal kemudian memberi pertanyaan) Fajar coba kamu jawab
2.Fajar             :”(Terdiam) ........”
3.Bu Asti         :”Fajar ayo di jawab (Dengan suara keras)”
4.Fajar             :”(Terkaget) Siap Bu”
5.Bu Asti         :”Cepat kerjakan di papan tulis!”
6.Fajar             :”Apa yang di kerjakan?”
7.Murid-murid            :”(Berteriak) huuuuuuuuuu hahahha
8.Bu Asti         :”(Dengan nada keras) Kamu ini bagaimana Saya suruh mengerjakan soal   nomer sepuluh malah masih bertanya”
9.Fajar             :”I...Iya Bu”
(Bel istirahat berbunyi Fajar masih melamun di dalam kelas terlihat ketiga temannya datang masuk kekelas Fajar untuk menghampirinya)
10.Abdul         :”Woi Jar Masih kepikiran soal itu ya?”
11.Dewi          :”sssshhhhtttt jangan ngomong begitu”
12.Fajar           :”(Terdiam)”
13.Didi            :”Aku minta maaf soal kemarin”
(Kemudian Bu Asti yang tadi masih di kelas mengecek nilai-nilai datang menghampiri)
14.Bu Asti       :”Jar kamu sebenarnya kenapa? Ibu tahu kamu sedang ada masalah”
15.Fajar           :”Ndak ada apa-apa kok bu”
16.Bu Asti       :”Sudahlah cerita saja sama ibu dan ini dari tadi teman-teman kamu dari tadi nemenin kamu”
17.Fajar           :”Baiklah Bu kemarin Ibu saya meninggal(Jawab Fajar dengan nada yang
                        Datar)”
18.Bu Asti       :”(Terkaget) Apa? Innalilahiwainnailaihirajiun Meninggal gara-gara apa?”
19.Fajar           :”Serangan jantung”
20.Bu Asti       :”Kamu yang kuat ya Jar namanya umurkan Tuhan yang mengatur, sudahlah  ikhlaskan saja Jar”
21.Fajar           :”(Dengan nada yang memelas) Itu mungkin susah Bu”
22.Bu Asti       :”Tidak Jar kamu pasti bisa coba saja dulu”
23.Abdul         :”Ya Jar kamu pasti bisa mengikhlaskan ibu kamu”
24.Fajar           :”Ya terimakasih ya semuanya”
25.Bu Asti       :”(Tiba-tiba dengan nada serius) Hayo sebentar lagi sudah mau UN lho nanti kalo pkiran kamu melayang bisa-bisa ndak lulus lho!”
26.Didi            :”(Menakut-nakuti) Hayo kamu Jar hiiiiiiiiii”
27.Fajar           :”(Tertawa kecil) Ah kamu Di bisa aja Di”
28.Dewi          :”(Dengan muka senyum) Fajar akhirnya bisa senyum juga”
29.Fajar           :”Hahaha Ya Wi”
30.Bu Asti       :”Nah gitu dong Jar”
Adegan 20
Peristiwa itu telah berlau UN tinggal sebentar lagi, Fajar yang sudah dapat mengikhlaskan ibunya kini dipikirannya hanya ada satu yakni bagaimana mendapatkan nilai yang tinggi supaya dapat masuk ke PTN favorit?.Di kelas ia sangat konsentrasi dalam pelajaran.Bahkan kini ia jarang keluar rumah karena ia terus belajar begitu juga sahabat-sahabatnya.Dan Harii itu adalah tepat seminggu sebelum UN.
1.Guru mapel  :”(Menerangkan sebuah materi).(Setelah beberapa saat) Bagaimana  anak-anak paham?”
2.Murid-murid            :”Paham”
3.Guru mapel  :”Baiklah sekarang Inu akan memberi kalian sebuah lembar soal.soal ini adalah prediksi soal UN terakhir yang ibu berikan pada kalian mengingat waktu UN yang sudah dekat Ibu harapkan kalian dapat mengejakan soal UN dengan lancar dan mendapat nilai yang baik sehingga dapat meneruskan kemanapun”
4.Murid-murid            :”Amiiiiiiinnnnnnnnn”
5.Guru Mapel  :”Oleh karena itu kalian harus semangat dalam belajar”
6.Murid-murid            :”Ya Bu”
7.Fajar             :”(Berkata dalam hati) Aku harus mendapat nilai tertinggi”
Adegan 21
Fajar yang sudah pulang sekolah sedang belajar dengan serius di kamarnya.Kemudian Pak Ahmad datang menghampiri Fajar dan bertanya-tanya tetang ibu dan pelajaran.
1.Fajar             :”(Belajar dengan serius)
2.Pak Ahmad  :”(Datang masuk ke kamar Fajar).(Setelah Beberapa saat) Jar kamu tidak
                        Tidur sudah malam lho, besok kesiangan”
3.Fajar             :”(Menjawab dengan tidak acuh) Tidak Pak belum ngantuk”
4.Pak Ahmad  :”Heh ibu kamu pasti bangga punya anak seperti kamu”
5.Fajar             :”Ya Pak mungkin Ibu sekarang sedang melihat perbiincangan kita ini melihat
                        Telah seberapa jauh kita melangkah
6.Pak Ahmad  :”(Sambil menuju ke kasur untuk duduk) Kamu kangen sama Ibu ya Jar? Ya
                        Ya sudah besok kita sama-sama pergi ke makam Ibu
7.Fajar             :”Ya Pak”
8.Pak Ahmad  :”(Berdiri dari duduknya) Ya sudah Nak Bapak capek mau istirahat”
9.Fajar             :”(Menghadap ke arah Bapaknya) Ya Pak Bapak istirahat saja dulu””
10.Pak Ahmad            :”Ya sudah selamat belajar ya(sambil melangkah keluar)”
11.Fajar           :”(Sambil melihat Pak Ahmad melangkah).(Berkata dalam hati) Terima kasih
                        Pak”
Adegan 22
Besok Paginya adalah hari minggu, Fajar dan Bapaknya bersiap pergi ke makam Bu Siti Ibu Fajar.Di sana Fajar meminta restu agar dapat mengerjakan soal-soaln UN dengan benar.Di sana Fajar masih terbayang Saat Ibunya meninggal.Meskipun begitu Fajar terlihat tegar .
1.Pak Ahmad  :”(Membawa plastik berisi bunga dan memakai pakaian Muslim) Jar ayo sudah siap atau belum nanti keburu panas lho”
2.Fajar             :”(Memakai pakaian muslim dan cepat-cepat keluar rumah) Ya Pak tunggu sebentar”
3.Pak Ahmad  :”Kamu itu kok lama banget kenapa?”
4.Fajar             :”Nyari peci Pak Fajar lupa menaruhnya”
5.Pak Ahmad  :”Ya sudah (Menghela nafas kemudian menatap langit)”
6.Fajar             :”Kenapa melihat ke atas Pak?”
7.Pak Ahmad  :”Lihat Jar kamu ndak merasakan kebesaran Tuhan dengan merasakan semua ini?”
8.Fajar             :”Ya Pak Fajar mengerti maksud Bapak maha besar Allah yang telah menciptakan ini”
9.Pak Ahmad  :”(memotong) Termasuk umur Ibumu Jar”
10.Fajar           :”(Menggandeng bapaknya) Ya sudah ayo Pak Ibu sudah menunggu”
11.Pak Ahmad            :”Wah kamu terlihat semangat sekali ya sudah ayo kalau begitu
Adegan 23
Sesampainya di makam Ibunya Fajar meminta restu sekaligus mengucapkan do’a untuk Ibunya.
1.Fajar+P.Ahmad        :”(Melangkah bersama ke makam Ibunya)”
2.Pak Ahmad              :”Nah Jar katanya kamu kangen Ibu kamu “
3.Fajar                         :”Ya Pak”
4.Pak Ahmad              :”Ayo kalau begitu kita bacakan do’a untuk Ibu kamu”
5.Fajar                         :”Ya Ayo”
6.Fajar+P.Ahmad        :”(Membaca doa)”
7.Fajar+P.Ahmad        :”(Menaburkan bunga)”
8.Fajar                         :”(Sambil memegang nisan Ibunya) Bu Fajar minta izin Bu supaya ujian nanti dapat nilai yang baik Bu aku ingin mewujudkan mimpi itu         Bu.Dan satu lagi Aku merindukanmu Bu (Dengan suara parau)”
9.Pak Ahmad              :”(Menyentuh Bahu Fajar) Sudah Nak sudah jangan nangis Ibu tidak          suka melihatmu menangis”
10.Fajar                       :”Ya Pak”
11.Pak Ahmad                        :”Ya sudah ayo sebaiknya kita pulang dulu”
12.Fajar                       :”Ya Pak (Masih memandangi Ibunya)”
Adegan 24
Keesokan harinya Fajar berangkat sekolah seperti biasa teman-temannya telah menunggunya Abdul,Didi, Dan Dewi Dan di pikiran mereka hanya satu dapat mengerjakan UN dan mendapat nilai terbaik
1.Fajar             :”Fajar berangkat dulu ya Pak mohon do’anya supaya bisa mengerjakan soal
                        Nanti”
2.Pak Ahmad  :”Ya Jar Bapak do’akan supaya nanti bisa mengerjakan”
3.Fajar             :”Amin Ya sudah Fajar berangkat dulu itu teman-teman Fajar sudah datang
Assalamualaikum”
4.Pak Ahmad  :”Ya sudah Walaikumsalam”
5.Abdul           :”(Dari kejauhan sambil melambaikan tangan) Hei Jar Ayo !!”
6.Fajar             :”(Menaiki sepedanya) Woi tunggu aku”
7.Pak Ahmad  :”(Berkata dalam hati) Benar apa yang kau katakan istriku Fajar kini telah
                        tumbuh dewasa dan mandiri”
Adegan 25
Setelah sampai sekolah Fajar belajar sebentar.Hingga bel masuk berbunyi karena hari itu adalah hari yang sangat menentukan yakni UN.Ruangan di acak Fajar mendapatkan ruang 7.Dia satu ruangan dengan Dewi.Didi dan Abdul mendapat ruang 4.
1.Fajar             :”(Berjalan di depan ruang 7)”
2.Dewi                        :”(Datang dengan tiba-tiba)  Jar kamu dapat ruang berapa?”
3.Fajar             :”7 Wi”
4.Dewi                        :”Wah kita satu ruangan nih”
5.Fajar :           ”Ya sudah yuk kita masuk dulu”
6.Dewi                        :”Yuk”
7.Fajar             :”(Mencari tempat duduk nya) Wi kamu di bangku berapa?”
8.Dewi                        :”11 Jar kamu?”
9.Fajar             :”14 Wi”
10.Dewi          :” Ya udah belajar seberntar yuk”
11.Fajar           :”Yuk”
Adegan 26
Sementara itu Abdul dan Didi kebingungan mencari ruang mereka.Mereka mendapatkan ruang 4.Mereka semakin panik yang akhirnya pada saat panitia mengumumkan tinggal 5 menit lagi untuk masuk keruangan masing-masing.Mereka akhirnya dapat menemukan ruang mereka
1.Abdul           :”(Dengan nada kebingungan) Hei di ruangan kita mana?”
2.Didi              :”Entahlah Dul aku bingung”
3.Abdul           :”Ayo coba kita kesana”
Beberapa saat kemudian
4.Didi              :”Dul ini ruang 8 kamu.Kamu ini gimana ini sih?”
5.Abdul           :”Aku juga tidak tahu Di”
6.Didi              :”Wah kami ini”
7.Abdul           :”Coba kita kesana Di”
8.Didi              :”Beneran Dul?”
9.Abdul           :”Ya ayo coba dulu”
(Beberapa saat kemudian)
10.Didi            :”Wah Dul kamu tuh ngajak berantem apa gimana?”
11.Abdul         :”Ya maaf la Di aku juga nggak tahu”
(Terdengar suara panitia UN)
12.Panitia        :”Mohon perhatian 5 menit lagi anak-anak harus masuk ke ruangan masing-                        masing Sekali lagi 5 menit lagi anak-anak harus masuk  ke ruangan masing-             masing terima kasih
13.Didi            :”Wah Dul cepat kita cari ruang kita”
14.Abdul         :”Ya ya ayo”
1 menit kemudian mereka akhirnya menemukan ruang mereka
15.Didi            :”Hah ruang kita mana sih ( Dengan nada panik)
16.Abdul         :”Entah lah aku juga bingung”
17.Didi            :”haaaaah ini mana sih?”
18.Abdul         :”(Menoleh kebelakang) Nah ini ruang 4 Di”
19.Didi            :”Huft kenapa tidak dari tadi sih”
20.Abdul         :”Ya sudah yuk masuk”
21.Didi            :”Ya ayo”
Adegan 27
Setelah beberapa saat bel berbunyi.Pengawa masuk keruangan masing-masing.Fajar semakin deg-deg an saat.Panitia masuk ke ruangan.Didi dan Abdul juga berdebar-debar.Dan hari itu mereka harus mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.Sebenarnya jauh sebelum UN mereka sudah bersiap.
1.Pengawas     :”Assalamualaikum warahmatuwlahi wabarakatuh”
2.Murid-murid            :”Walaikumsalam warahmatuwlahi wabarakatuh”
3.Pengawas     :”Yak bisa kita lihat soal masih di segel jadi belum ada yang buka.Namun
                        Untuk mengawali hari ini kita buka dengan berdo’a.Berdo’a mulai (setelah
                        Beberapa saat) Selesai.Yak soal akan saya bagikan namun jangan di buka dulu
                        membukanya menunggu bel.
4.Murid-murid            :”Ya Pak”
5.Pengawas     :”Membagikan soal UN dan lembar LJK”
Setelah beberapa saat terdengarlah bunyai bel tanda mulai mengerjakan
6.Pengawas     :”Yak silahkan di kerjakan.Perlu anda tahu bahwa UN kali ini ada 20 paket
                        Dann semuanya berbeda”
7.Murid-murid            :”(Terlihat mulai mengerjakan)”
8.Fajar             :”(Berkata dalam hati) Yes! Yang ku pelajari keluar semua”
9.Dewi                        :”(Mengerjakan dengan senyam-senyum karena yang dipelajarinya keluar
                        Semua”                                      
Adegan 28
Sementara itu Abdul dan Didi mesih kepikiran soal tadi pagi.Mereka dengan gugup mengerjakan soal namun,akhirnya bisa pelan-pelan mereka mengerjakan saking seriusnya pada saat bel tanda selesai berbunyi mereka terkaget.Meskipun begitu tempat dudk mereka berdekatan yakni 11 dan 12
1.Abdul                       :”(Melihat soal yang di pegangnya)”
2.Didi                          :”(Terlihat memanggil dengan suara pelan) ssshhhttt Dul kamu dapat
                                    Paket berapa?”
3.Abdul                       :”3 Di kamu?”
4.Didi                          :”Aku 5 Dul”
5.Abdul                       :”Ssshhhttt gimana soalnya?”
6.Didi                          :”Lumanyan sih”
7.Pengawas                 :”(Tiba-tiba mengetahui percakapan mereka) mohon untuk peserta UN                                agar tidak bicara sendiri!”
(Abdul dan Didi yang seketika itu merasa mereka langsung diam)
(Akhirnya bel tanda waktu kurang 5 menit berbunyi meskipun sempat semrawut Fajar dan teman-temannya dapat mengerjakan soal-soal yang awalnya mereka anggap sangat susah)
8.Pengawas                 :”Yak waktu tinggal sedikit lagi mohon di cek lagi lembar jawab dan l                                lembar Soal”
9.Murid-murid                        :”(Terlihat membolak-balikan soal)”
Setelah beberapa saat terdengar bunyi bel tanda selesai
10.Pengawas               :”Yak silahkan di tinggal lembar jawab dan lembar soalnya”
11.Murid-murid          :”(Tampak berdiri dari tempat duduknya”
Adegan 29
Fajar dan Dewi yang keluar ruangan tampak bingung mencari Abdul dan Didi namun akhirnya mereka dapat bertemu.Setelah mereka bertemu, mereka banyak bercerita tentang tadi pagi sebelum mengerjakan UN apalagi Didi dan Abdul yang tampak paling mendominasi percakapan.
1.Fajar :           ”(Tampak berjalan kebingungan) Abddul sama Didi mana sih?”
2.Dewi                        :”Ya nih dari tadi di cari kok nggak ketemu-ketemu”
(Dari kejauhan terdengar suara Abdul dan Didi)
3.Abdul           :”(Melambaikan tangan sambil berlari) Hei teman-teman! Tunggu”
4.Didi              :”Tunggu tunggu”
5.Fajar             :”Dari mana saja kalian?”
6.Dewi                        :”Dari tadi di cari nih”
7.Abdul           :”Maaf dari tadi keliling dan tidak tahu jalan
8.Didi              :”Ya nih bingung tadi tidak ketemu-ketemu
9.Fajar             :”Ya sudah kita pulang dulu yuk”
10.Abdul         :”Ya nih aku juga udah capek dari tadi lari-lari terus”
11.Fajar           :”Kamu juga sih siapa suruh lari-lari”
Adegan 30
Keesokan harinya setelah Ujian Nasional berlangsung Fajar terlihat pesimis saat menanti pengumuman hasil UN nya.Dia terlihat bimbang ingin meneruskan di mana.Namun dia tetap tidak menyerah bagaimanapun juga Ayahnya tetap memberikan dukungan. Akhirnya pengumuman kelulusan berlangsung.
1.Panitia                      :”Assalamualaikum warah matuwlahi wabarakatuh”
2.Murid-murid                        :”Walaikumsalam warah matuwlahi wabarakatuh”
Setelah berbagai acar Panitia kemudian mengumumkan hasil UN
3.Panitia                      :”Kali ini kami dari panitia penyelenggara UN di SMA(Menyebutkan                                  tempat) Akan mengumumkan hasil UN harap semuanya tetap tenang.
(Beberapa saat kemudian)
4.Panitia                      :”Mohon satu persatu siswa maju kedepan”
(Kemudian satu persatu siswa maju satu persatu kedepan. Hingga tiba giliran Fajar)
5.Fajar                         :”(Membuka kertas kelulusannya) Yes! Lulus dengan memuaskan.”
(Setelah pengumuman tersebut para siswa di mohon untuk duduk kembali)
6.Panitia                      :”Untuk nilai keseluruhan siswa akan di tempel di papan pengumuman
                                    Besok pagi.”
Adegan 31
Esok paginya Fajar berangkat sekolah pagi-pagi dan sangat penasaran tantang hasil semua teman-temannya
1.Fajar             :”(Menyapa Dewi yang ada di depannya) Hai Wi”
2.Dewi                        :”Eh, Fajar sudah lama ya tidak ketemu”
3.Abdul           :”Hei hei hei aku di lupakan ternyata( Tiba-tiba datang)
4.Fajar             :”Ya tidak lah Dul kita kan empat serangkai hahaha eh ngomong-ngomong                          Didi mana?”
5.Didi              :”hai teman-teman (Dari kejauhan menyapa)
6.Fajar             :”Nah gini ya sudah lengkap”
7.(Berempat)   :”Hahahaha”
(Beberapa saat kemudian panitia menempelkan hasil peringkat UN, murid-murid beramai-ramai melihat)
8.Fajar             :”Ayo kesana! lihat sudah di tempel.”
9.(Bertiga)       :”Ya udah yuk”
(Di depan papan pengumuman)
10.Fajar           :”(Dalam hati) Namaku... namaku... namaku.....”
11.Abdul         :”Yes nilaiku cukup tinggi.”
(Kemudian Fajar menemukan namanya di tingkat teratas)
12.Fajar           :”Yes tingkat teratas.”
13.Dewi          :”Wah selamat ya”
14.Didi            :”Wow Fajar nomer satu”
15.Fajar           :”Ya terimakasih ya teman-teman selama ini.”
16.(Bertiga)     :”Ya sama-sama.”
17.Dewi          :”Ya kita kan udah teman banget”
18.Didi            :”Temen apa temen?”
19.Dewi          :”Apaan sih?”
20.(Bertiga)     :”Hahahaha”
Adegan 32
Fajar dan Ayahnya pergi ke makam ibunya. Untuk pengucapan rasa syukur dan rasa terimakasih
1.Pak Ahmad  :”Selamat ya Fajar menjadi ranking pertama”
2.Fajar             :”Itu karena Bapak, Bapak kan yang tiap malam menemani Fajar”
3.Pak Ahmad  :”Hmph, Bisa saja kamu.”
4.Fajar             :”Dan itu juga karena Ibu”
5.Pak Ahmad  :”Andaikan saja Ibu ada di sini pasti ibu sangat bangga”
6.Fajar             :”Ibu sudah tenang di sana”
(Fajar termenung sejenak dan menatap langit, Kemudian teman-temannya berdatangan)
7.Dewi                        :”Hai jar! Selamat ya”
8.Abdul           :”Ini dia, Fajar teman kita sang ranking satu”
9.Fajar             :”Ah bisa aja kamu Dul”
10.Didi            :”Fajar memang hebat”
11.Fajar           :”Hahaa terimakasih”
12.Pak Ahmad            :”Sekarang kamu mau meneruskan kemana?”
13.Fajar           :”Hmmmm.... Fajar diundang oleh PTN favorit dan mendapatkan beasiswa                        dan bisa kuliah dengan gratis”
14.Pak Ahmad            :”Hmmmm.... Bagus juga.”
15.Fajar           :”Sudah kuduga Bapak akan bilang seperti itu
(Beberapa saat kemudian)
16.Fajar           :”Teman-teman kalian ingat tentang imipian yang pernah terucap pada saat                         kita masih SD?”
17.Abdul         :”Memang kenapa?”
18.Fajar           :”(Sambil menatap lepas matahari terbenam)Kali ini Impian itu berganti,                              menjadi menggapai semua cita-cita kita

TAMAT